PRATIKUM 2
1.
Tujuan
Percobaan
Ø Dapat menggunakan multimeter sebagai
pengukur tegangan (Voltmeter)
Ø Mempelajari kode warna pada resistor
Ø Dapat menggunakan alat ukur dengan baik dan
benar
Ø Melakukan pengukuran untuk besaran dasar
listrik
Ø dapat memahami tentang alat ukur dan
pengukuran untuk diaplikasikan selanjutnya
ALAT
UKUR DAN PENGUKURAN
Dalam
fisika dan teknik, pengukuran merupakan aktivitas yang membandingkan kuantitas
fisik dari objek dan kejadian dunia-nyata. Alat pengukur adalah alat yang
digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut. Seluruh alat pengukur
terkena error peralatan yang bervariasi. Bidang ilmu yang mempelajari cara-cara
pengukuran dinamakan metrologi.
Fisikawan
menggunakan banyak alat untuk melakukan pengukuran mereka. Ini dimulai dari
alat yang sederhana seperti penggaris dan stopwatch sampai ke mikroskop
elektron dan pemercepat partikel. Instrumen virtual digunakan luas dalam
pengembangan alat pengukur modern.
Sistem
Pengukuran : Sekumpulan aktifitas, prosedur, alat ukur, software dan orang yang
bertujuan mendapatkan data pengukuran terhadap karakteristik yang sedang
diukur.
Ada
peralatan seperti; voltmeter sebagai alat ukur tegangan, Ammeter/Ampermeter
yang digunakan untuk mengukur arus, Ohmmeter yang berfungsi untuk mengukur
tahanan/resistansi, sekarang ketiga alat ukur ini dikombinasikan dan menjadi
satu yang dikenal dengan nama Multiterster. Untuk menggunakannya, dapat
dilakukan dengan memilih besaran yang akan diukur menggunakan saklar.
Pengukuran
yang baik dengan menggunakan alat ukur dilakukan ssesuai dengan aturan
penggunanya. Hal ini demi menjaga keselamatan dan keamanan pekerja dan
pekerjaannya. Panduan untuk mengukur tiga besaran dasar listrik, sepatutnya
menjadi perhatian dalam melakukan pengukuran. Berikut cara pengukuran besaran
tersebut dengan menggunakan multimeter :
-
Perhatikan
sumber yang digunakan apakah AC(~) atau DC(-)
-
Putar
saklar kebagian kebagian besaran dan kisaran nilai pengukuran dimana nilai yang
diambil adalah nilai diatas kisaran nilai yang mungkin didapatkan. Contoh;
nilai 200 pada nilai kisaran pengukuran, digunakan untuk mengukur nilai yang
hasil pengukurannya berada dibawah atau sama dengan 200 tersebut. Jika ragu
dengan nilai kisaran yang tepat, ammbillah nilai tertinggi.
-
Sambungkan
meteran kerangkaian, atau pasangkan saja kedua kabel probe pada dua titik
rangkaian, perhatikan polaritas (+) dan (-) nya dihitam untuk negatif dan merah
untuk positif.
-
Baca
angka pengukuran yang ditampilkan
-
Apabila
angka pembacanya sangat kecil, turunkan kisaran pengukuran sampai didapat hasil
yang di baca (terlebih dahulu, lepaskan meteran dari ranagkaian)
-
Lepaskan
meteran dari rangkaian setelah didapat hasil pengukuran
-
Putar
kembali saklar ke posisi OFF (mati).
Cara
mengukur tegangan AC
-
Swicth
atau saklar kita putar kearah pada posisi voltmeter
-
Perkirakan
tegangan yang akan diukur, misal :220 volt
-
Sesuaikan
posisi switch atau sakelar dengan batas ukuran, untuk perkiraan seperti langkah
no 2 maka batas ukur yang dipakai adalah 250 ACV
-
Kedua
kabel (lead test) kita masukan pada stop kontak (tidak boleh terbalik)
-
Jarum
bergerak ke kanan kemudian baca harga yang ditunjukan oleh jarum pada busur
skala.
Cara
mengukur tegangan AC :
-
Perkirakan
berapa besar tegangan batu baterai , misal: 1,5 volt
-
Swicth
atau saklar kita putar kearah pada posisi 10 DCV
-
Tempelkan
kabel merah pada kutub positif (+) dan kabel hitam pada kutub negatif (-);
tidak boleh terbalik
-
Jarum
bergerak ke kanan kemudian baca harga yang ditunjukan oleh jarum pada busur
skala.
Cara
mengukur arus:
-
Putar
sakelar sesuai dengan besarnya arus yang diperkirakan, misal ; 0,5 Ampere
-
Swicth
atau saklar kita putar kearah pada posisi 500 DCV
-
Tempelkan
kabel merah pada kutub positif (+) dan kabel hitam pada kutub negatif (-);
tidak boleh terbalik
-
Jarum
bergerak ke kanan kemudian baca harga yang ditunjukan oleh jarum pada busur
skala.
Cara
mengukur tahanan :
mengukur
arus:
-
Putar
sakelar sesuai dengan besarnya jangkauan tahanan.
-
Swicth
atau saklar kita putar kearah pada posisi 500 DCV
-
Tempelkan
kedua ujung kabel pada multimeter ( ujung kabel merah dan hitam saling
bersentuhan)
-
Putar
pengatur nol hingga jarum betul-betul memnunjukan nol tepat pada busur skala.
-
Lepaskan
kedua kabel yang ujungnya ditempelkan tadi sehingga jarum skala kembali ke kiri
-
Tempelkan
kedua kabel multimeter tadi ( kabel merah dan hitam) pada kaki-kaki tahanan.
-
Baca
harga yang ditunjukkan jarum pada busur skala
-
Kalikan
harga kyang ditunjukan jarum tersebut dengan jangkauan yang dipergunakan.
KONSEP
DASAR PENGUKURAN
Terminologi
Berbagai
istilah penting yang diberikan disini adalah istilah-istilah yang di ambil dari
standar International. Istilah-istilah tersebut kebanyakan mempunyai pengertian
dan aplikasi khusus dibandingkan dengan difinisi umum yang terdapat dalam
kamus,dengan demikian berbagai difinisi yang diberikan lebih ditekankan untuk
memperjelas penggunaan atau memperlancar komunikasi dan kesamaan pengertian.
Metrologi
( Metrology )
Ilmu
pengetahuan yang berhubungan dengan pengukuran Instrumentasi
Bidang
ilmu dan teknilogi yang mencakup perancangan, pembuatan, penggunaan
instrumen/alat fisika atau sistem instrumen untuk keperluan deteksi,
penelitian, pengukuran serta pengolahan data.
Pengukuran
( measurement )Serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menentukan nilai suatu
besaran dalam bentuk angka (kwantitatif). Jadi mengukur adalah suatu proses
mengaitkan angka secara empirik dan obyektif pada sifat-sifat obyek atau
kejadian nyata sehingga angka yang diperoleh tersebut dapat memberikan gambaran
yang jelas mengenai obyek atau kejadian yang diukur.
Ketelitian
(accuracy)
Kemampuan
dari alat ukur untuk memberikan indikasi pendekatan terhadap harga sebenarnya
dari obyek yang diukur.
Ketepatan
(precision)
Kedekatan
nilai-nilai pengukuran individual yang didistribusikan sekitar nilai
rata-ratanya atau penyebaran nilai pengukuran individual dari nilai
rata-ratanya.
Alat
ukur yang mempunyai presisi yang bagus tidak menjamin bahwa alat ukur tersebut
mempunyai akurasi yang bagus.
Repeatabilitas
(repeatability)
Kemampuan
alat ukur untuk menunjukkan hasil yang sama dari proses pengukuran yang
dilakukan berulang-ulang dan identik.
Kesalahan
( error )
Beda
aljabar antara nilai ukuran yang terbaca dengan nilai“sebenarnya “ dari obyek
yang diukur. Perubahan pada reaksi alat ukur dibagi oleh hubungan perubahan
aksinya.
Resolusi
(resolution)
Besar
pernyataan dari kemampuan peralatan untuk membedakan arti dari dua tanda harga
atau skala yang paling berdekatan dari besaran yang ditunjukkan.
Kalibrasi
( calibration )
Serangkaian
kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional penunjukan alat ukur atau
menujukkan nilai yang diabadikan bahan ukur dengan cara membadingkannya dengan
standar ukur yang tertelusuri ke standar nasional dan/atau international.
Koreksi
( correction )
Suatu
harga yang ditambahkan secara aljabar pada hasil dari alat ukur untuk
mengkompensasi penambahan kesalahan sistematik.
Ketertelusuran
( traceability )
Terkaitnya
hasil pengukuran pada standar nasional/internasional melalui peralatan ukur
yang kinerjanya diketahui, standar-standar yang dimiliki laboratorium tempat
pengukuran dilakukan dan kemampuan personil lab. tersebut.
Kehandalan
( reliability )
Kesanggupan
alat ukur untuk melaksanakan fungsi yang disyratkan untuk suatu periode yang
ditetapkan.
Ketidakpastian
Pengukuran ( uncertainty )
Perkiraan
atau taksiran rentang dari nilai pengukuran dimana nilai sebenarnya dari
besaran obyek yang diukur ( measurand ) terletak.
Transduser
Bagian
dari alat ukur untuk mengubah atau mengkonveksikan suatu bentuk energi atau
besaran fisik yang diterimanya ( sensing elemen ) kedalam bentuk energi yang
lain, sehingga mudah diolah oleh peralatan berikutnya.
Sensor
Bagian/elemen
dari alat ukur yang secara langsung berhubungan dengan obyek yang terukur
(elemen perasa).
Rentang
ukur (range)
Besar
daerah ukur antara batas ukur bawah dan batas ukur atas Jangkauan (span) Beda
modulus antara dua batas rentang nominal dari alat ukur. Contoh : Rentang
nominal – 10V sampai 10 Volt. Jangkauan 20V
Standar
Internasional ( Inrnational standard )
Standar
yang ditetapkan oleh persetujuan international sebagai dasar untuk menetapkan
suatu harga atau besaran bagi semua standar lsin dari besaran yang ada.
Standar
Nasional ( National standard )
Standar
yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah sebagai dasar Untuk menetapkan harga
atau besaran dalam suatu negara, untukSemua standar lain dari besaran yang ada.
Standar
primer ( Primary standard )
Standar
yang mempunyai kualitas paling tinggi pada suatu besaran tertentu. Catatan :
Konsep standar primer berlaku baik untuk satuan dasar atau satuan turunan.
Standar
skunder ( secopndary standard )
Standar
yang harganya tertentu dibandingkan dengan standar primer.
Standar
kerja ( working standard )
Standar
yang dikalibrasi oleh standar reference dan digunakan terus menerus untuk
mengalibrasi dan mengecek alat ukur atau material yang diukur.
Konfigurasi
dan Karakteristik Alat Ukur
Pengukuran
memberikan arti penting bagi manusia untuk menggambar kan berbagai fenomena
alam dalam bentuk kuantitatif atau angka.Lord Kelvin menyatakan : “Bila anda
dapat mengukur apa yang anda bicarakan serta menyatakannya dalam bentuk angka,
maka andamengerti apa yang anda bicarakan. Tetapi bila anda tidak dapat
mengukurnya dan tidak dapat menyatakannya dalam bentuk angka, makapengetahuan
anda memuaskan atau mengecewakan”. Yang sering
menjadikan
masalah dalam tingkat kesalahan yang terjadi dalampengukuran sangat diperlukan,
untuk mengerti karakteristik operasional alat ukur dan cara pengujian, kinerja
yang telah ditentukan.
Untuk
melakukan studi lebih lanjut berikut diberikan klasifikasi tentang alat ukur
berdasarkan berbagai kriteria maupun berdasarkan bentuk keluarannya.
Fungsi
alat ukur yang banyak digunakan di industri maupun di Lab. pengujian antara
lain alat ukur suhu, alat ukur tekanan, alat ukur gaya dan lain-lain, harus
mampu secara akurat mendeteksi setiap perubahan.
Untuk
memperoleh unjuk kerja optimum sejumlah karakteristik dasar harus diperhatikan.
Karakteristik alat ukur tersebut harus dapat di ekspresikan dalam bentuk
kwantitatif.
Akurasi
pengukuran adalah salah satu atribut utama dari karakteristik statis yang
banyak digunakan sebagai petunjuk penting untuk pemilihan alat ukur. Dalam
pengukuran, akurasi setiap alat ukur sangat dipengaruhi oleh sensitifitas
rentang kerja, ketidak linieran dan sifat-sifat dari transedur.
Berikut
diberikan berbagai parameter yang pada umumnya banyak ditemukan disetiap
lembaran data pada setiap alat ukur.
Akurasi
atau Ketelitian
Akurasi
pengukuran atau pembacaan adalah istilah yang sangat relatif. Akurasi
didefinisikan sebagai beda atau kedekatan (closeness) antara nilai yang terbaca
dari alat ukur dengan nilai sebenarnya. Dalam eksperiman, nilai sebenarnya yang
tidak pernah diketahui diganti dengan
suatu
nilai standar yang diakui secara konvensional. Secara umum akurasi sebuah alat
ukur ditentukan dengan cara kalibrasi pada kondisi operasi tertentu dandapat
diekspresikan dalam
bentuk
plus-minus atau presentasi dalam skala tertentu atau pada titik pengukuran yang
spesifik. Semua alat ukur dapat diklasifikasikan dalam tingkat atau kelas yang
berbeda-beda, tergantung pada akurasinya. Sedang akurasi dari sebuah sistem
tergantung pada akurasi Individual elemen pengindra primer, elemen skunder dan
alat manipulasi Yang lain.
Presisi
atau Ketepatan
Presisi
adalah istilah untuk menggambarkan tingkat kebebasan alat ukur dari kesalahan
acak. Jika pengukuran individual Dilakukan berulang-ulang, maka sebran hasil
pembacaan akan berubah-ubah disekitar nilai rata-ratanya. Presisi tinggi dari
alat ukur tidak mempunyai implikasi terhadap akurasi pengukuran. Alat ukur yang
mempunyai presisi tinggi belum tentu alat ukur tersebut mempunyai akurasi
tinggi. Akurasi rendah dari alat ukur yang mempunyai presisi tinggi pada umum
nya disebabkan oleh bias dari pengukuran, yang bisa dihilangkan dengan
kalibrasi. Dua istilah yang mempunyai arti mirip dengan presisi adalah
repeatability dan reproducibility. Repeability digunakan untukmenggambarkan
kedekatan (closeness) keluaran pembacaan bila dimasukkan yang sama digunakan
secara berulang-ulang pada periode waktu yang singkat pada kondisi dan lokasi
pengukuran yang sama, dan dengan alat ukur yang sama. Reproducibility digunakan
untuk menggambar kedekatan ( closeness) keluaran pembacaan bila masukan yang
sama digunakan secara berulangulang. Persamaa pada keduanya adalah
menggambarkan sebaran keluaranpembacaan induvidual untuk masukan yang sama.
Sebaran akanmengacu pada repeatability bila kondisi pengukurannya tetap,
danakan mengacu reproducibility kondisi pengukurannya berubah.Derajat
repeatability dan reproducibility dlm. pengukuran hanyamerupakan alternatif
untuk mengekspresikan presisi dari sebuah alat ukur.
2. Peralatan dan Komponen Percobaan
Ø Multimeter Digital masing
masing 1 buah
Ø Sumber tegangan searah 6
volt, 0.5 ampere
Ø Sumber tegangan bolak
balik (generator sinyal)
Ø Resistor
Ø Batu baterai
Ø Kabel Penghubung
4. Pelaksanaan
Percbobaan
A. Mengukur tegangan dan
arus pada power supply (Generator Sinyal)
- Pastikan power
supply terhubung dengan sumber daya
- Nyalakan power
supply kemudian tekan tombol protector
- Ukur tegangan
menggunakan multimeter dengan cara menghubungkan kabel positif multimeter ke
lobang positif power supply, begitu juga untuk yang negative
- Baca nilai yang
tertera pada multimeter
B. Pengukuran resistant
pada bread broad
- Siap 5 buah
resistor dengann ketahanan yang berbeda dan sebuah bread broad
- Rangkai resistor
sesuai gambar di bawah ini
5. Hasil
Resistor 5 pita warna
Berdasarkan pengukuran
perhitungan HIJ,B,H,C,C =5600 dengan persentase ±1%
berdasarkan pengukuran di dapat hasilnya 517 KΩ
-
Berdasarkan
hasil perhitungan B,A,H,C,C = 6800Ω dengan persentase ±1%
Berdasarkan
pemgukuran di dapat hasil 618
Baterai
·
G 6
f 22 0,05% Hg
·
G v
long life battery
Dengan hasil
pengukuran 0,05 V
·
216
sT 006 1604
·
Made
in china
·
Power
supply
-
Merk
protek
-
Dc
power supply DF17303B5A
Hasil
pengukuran
1=7,5 mA
R=710 KΩ
V= 693mΩ
6. Analisa Hasil
Percobaan
Pada praktikum yang kami lakukan,kami melakukan 2 percobaan
pengukuran yaitu tegangan power supply dan pengukuran tahanan,untuk pengukuran
tegangan power supply kami melakukan pengukuran pada AC,+DC ,-DC beserta DC
total,sedangkan pada pengukuran tahanan kami melakukan pengukuran pada
rangkaian seri dan paralel yang masing-masing menggunakan 5 resistant dan hasil
dari pengukuran ke 2 rangkaian tersebut tersebut memang jelas berbeda.
7. Kesimpulan
Pada percobaan diatas kami menyimpulkan bahwa :
- Tiap Resistor yang
kami ukur mempunyai tahanan yang berbeda beda
- Tiap Multimeter
mempunyai daya ukur yang berbeda beda dan tidak hanya mengukur satu jenis
Besaran Elktro
- Resistor yang
dirangkai secara seri memiliki Rtotal = Jumlah R nya
- Resistor yang
dirangkai secara Paralel memiliki Nilai Resistan yang sama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar